Progress II – Teori Umum Interior & Konsep

  1. Pengertian arsitektur

Arsitektur merupakan ilmu yang mempelajari mengenai merancang sebuah bangunan, dimana di dalam ilmu tersebut menajarkan mengenai perhitungan bahan, dimensi ruang, bentuk, struktur serta bgaimana ide design baru danfresh yang dapat diciptakan. Dengan adanya ide-ide baru maka akan semakin mempengaruhi perkembangan dunia arsitektur.

Dengan adanya perkembangan arsitektur yang terus menerus berlangsung maka hal ini juga ajkan berpengaruh pada arsitek itu sendiri, dimana seorang arsitek dituntut harus mampu berfikir bagaimana untuk menciptakan ide atau konsep baru sehingga dapat memenuhi keinginan konsumen.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan di dalam merancang sebuah bangunan yang dapat menarik konsumen tidak hanya dari perhitungan dimensi, spesifikasi bahan maupun strukturnya namun interior bangunan tersebut nantinya akan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, karena tampilan interior yang unik, berbeda serta baru akan dapat menarik konsumen maupun penikmat karya arsitektur.

Menurut Vitruvius di dalam bukunya “De Architectura” (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas)

Berdasarkan pada hal yang dikemukakan oleh Vitruvius bangunan juga harus memiliki keindahan/estetika (venusitas), hal ini semakin memperkuat pernyataan diatas bahwa hal yang harus diperhatikan dalam merancang sebuah bangunan adalah interior karena interior akan menciptakan keindahan serta estetika diam ruang yang dirancang.

2. Pengertian interior

Design interior adalah sebuah perencanaan tata letak dan perencanaan ruang dalam didalam bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar kita akan naungan dan perlindungan, mempengaruhi bentuk aktivitas dan memenuhi aspirasi kitta dan mengekspresikan gagasan yang menyertai tindakan kita disamping itu sebuah desain interior juga mempengaruhi pandangan suasana hati dan kepribadian kita. Oleh karena itu tujuan dari perancangan interior adalah pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan ruang interior (D.K. Ching, 2002)

Dengan demikian yang dimaksud dengan interior adalah suatu perencanna yang menekankan pada bagian perancangan ruang dalam yang dapat memenuhi aspirasi kita melalui gagasan serta ide, yang dimana akan mempengaruhi suasana yang akan tercipta melalui gagasan tersebut. Namu interior tidak hanya memperhatikan bagaimana keindahan, serta keunikan design ruang namun juga memperhatikan bagaimana suasana, sirkulasi, serta kenyamana aktivitas yang dapat terjadi di dalamnya.

3. Pengertian konsep

Konsep desain adalah dasar pemikiran desainer didalam usahanya memecahkan tuntutan desain maupun problem desain. Pengertian konsep menurut Peorwadarminta; berasal dari kata bahasa latin yaitu Conseptus yang berarti tangkapan. Jadi konsep adalah hasil dari tangkapan atau hasil penerjamahan manusia, ketika dihadapkan pada sebuah tuntutan.

Jadi bila disimpulakn kaitan antara interior serta konsep, yaitu konsep interior adalah, bagaimana cara seorang arsitek di dalam menernerjemahkan tuntutan mengenai perencanaan design ruang dalam yang sesuai dengan keinginan atu aspirasi dari masing-masing konsumen. Sehingga dapat memberi kepuasan terhadap konsep interior yang tercipta.

 4. Jenis-jenis konsep interior antara lain:

  • Konsep classic.
  • Konsep modern.
  • Konsep oriental
  •  Konsep mediterania.
  •  Konsep minimalis.
  •  Konsep industrial.
  • Konsep kontemporer.

A. Konsep Classic

Konsep classic dalam design arsitektur yaitu jenis konsep design yang memberi kesan mewah serta anggun pada rancangannya,

Ciri-ciri konsep classic

  • Adnya profil-profil serta ukiran.
  • Ukuran-ukuran yang besar menjadi salah satu cirinya.
  • Banyak furniture yang terbuat dari kayu solid sehingga terlihat sangat mahal dan mewah
  • Warna yang diterapkan terinspirasi dari alam seperti: coklat kayu, kuning emas, hijau daun serta warna tanah, terkadang menggunakan warna hitam untuk memperkuat item
  • Adanya penggunan kolom romawi, patung serta vas Bungan yang besar, lampu gantung Kristal dan lukisan dengan bingkai profil.
  • Penggunaan bahan kain sebagi gorden serta penutup sofa.

B. Konsep Modern

Konsep modern adalah desaign yang mengedepankan fungsinal, stylish, bersih, simple serta mengikuti bagaimana perkembangan jaman yang akan berkaitan dengan gaya hidup modern yang berkembang pesat. Design dengan gaya modern akan dipengaruhi oleh kemajuan teknolgi dimana hal yang sebelumnya tidak bisa dibuat dan didapat menjadi ada dan banyak tersedia.

Dalam membuat konsep modern hal-hal yang diperhatikan antara lain:

  • Mimim terhadap penggunaan ornament
  • Fungsi akan lebih diutamakan sehingga bentuk akan menyesuiakan dengan fungsinya
  • Ruang umumnya transparan atau ruang-ruang saling berhubungan dengan dibatasi dengan interior yang tidak masiv
  • Bahan-bahan bangunan yang digunakan umumnya stainless stell dengan finishing polished, aluminium seta penggunaan kaca

C. Konsep Oriental

Konsep arsitektur dengan gaya oriental memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Adanya ukiran-ukiran kayu pada dinding-dinding
  • Ornament-ornament oriental seperti halnya guci lukisan-lukisan maupun sentuhan warna yang memperkuat kesan oriental
  • Penggunaan warna merah, kuning
  • Pengaplikasian warna-warna netral serta alami memberi kesan lapang dan lega dalam ruang.
  • Menggunakan material yang umumnya mentah atau tanpa di finishing yang berlebih, menghasilkan kesan tenang
  • Mengutamakan aspek keseimbangan
  • Penggunaan material berupa kayu, batu, bamboo, anyaman rotan, dan sutera

D. Konsep Mediterania

Bangunan yang menggnakan konsep mediterania merupakan bangunan yang konsepnya mengacu pada gaya kerajaan eropa, dengan ciri khas yaitu penggunaan pilar-pilar besar sepertihalnya kerajaan yunani, serta adanya ornament-ornament hiasan pada dinding secara umum ada tiga tipe konsep mediterania diantaranya ala Italia, Yunani serta ala Spanyol dengan ciri khas sebagai beriku:

Tipe mediterania ala Italia:

  • Penggunaan lantai marmer
  • Penyangga plafond yang meggunakan bahan kayu
  • Furniture yang digunakan relative besar
  • Meja serta kursi banyak menggunakan pahatan ornament

Tipe mediterania ala Yunani

  • Dinding dan lantai dibiarkan halus dengan warna putih
  • Furniture banyak dilapisi kain berwarna biru dan hijau

Tipe mediterania ala Spanyol

  • cenderung mirip dengan mediterania ala italia,, yaitu penggunaan warna serta material yang beragam
  • terkadang muncul warna biru tua pada konsep ini
  • apabila pada gaya ala italia menggunakan warna yang mencolok, pada tipe ini warna yang digunakan justru lebih lembut

Konsep mediterania adalah konsep yang cocok diterapkan apabila ingin menunjukkan sisi semewahan dengan ciri-ciri:

  • Pintu serta jendela dengan ukuran yang relative besar
  • Penggunaan warna yang memberi kesan mewah seperti halnya warna coklat, merah bata, kuning tanah, menggambarkan kesan design bangunan kerajaan yang terkesan mewah

E. Konsep Minimalis

Konsep minimalis merupakan konsep yang lebih memepertimbangkan kepada elemen, meminimalkan penggunaan ornament, geometris, bentuk kubus, dekorasi serta aspek fungsional yang menjadi sorotan utama. Dengan sedikit dalam penggunaan ornament hal ini akan berpengaruh pada penghematan bahan yang digunakan sehingga hal ini juga akan turut berperan di dalam menjaga sumber daya agar tidak cepat habis. Bentuk yang tercermin pada konsep minimalis cenderung kota atau kubus

INTERIOR:

  • Meminimalkan adanya penyekatan dinding atau ruang-ruang lebi terbuka
  • Furniture lebih simple, tegas, polos (tidak berukiran).Untuk menghindari kesan monoton, biasanya menggunakan permaianan cahaya (buatan/alami) untuk mendapatkan efek dramatis.
  • Penerapan cat dinding yang bersih, yaitu penerapan warna-warna terang atau dengan motif yang teratur, penggunaan 2 warna yang berbeda dan mencolok untuk membedakan 2 bidang yang berbeda.
  • Lebih memilih kualitas dibandingkan kuantitas, yaitu prinsip minimalis hanya akan menggunakan apa saja yang dibutuhkan sesuai dengan fungsi ruang tersebut.
  • Dengan demikian berkaitan dengan lebih meilih kualitas akan berhubungan dengan penggunaan furniture yang akan disesuaikan dengan fungsi ruang tersebut. Maka akan mementingkan pada furniture utama yang harus ada

 F. Konsep Industrial

Konsep industrial awalnya muncul akibat banyaknya gedung produksi yang tidak terpakai atau terbengkalai, kemudian gedung tersebut diubah menjadi tempat tinggal. Hal tersebut menghasilkan tampilan hunian yang kasar karena masih terlihat material bangunannya, namun kesan kasar yang ditampilkan disini adalah kesan kasar yang menarik karena karakteristik setiap bahan atau material ruangnya masih terlihat jelas.

Ciri-ciri konsep industrial:

  • Penggunaan bahan material yang upcycle dan recycle. Upcycle maksudnya barang bekas yang diaplikasikan dengan barang lain sehingga mendapatkan fungsi yang baru.
  • Umumnya mengaplikasian warna abu-abu, putih serta warna hitam
  • Penggunaan material plat baja atau beton, stainless stell, baja,kayu, serta cermin
  • Pembuatan jendela dalam ukuran besar sehingga cahaya masuk secara maksimal ke dalam ruang

G. Konsep Kontemporer

Konsep kontemporer dikatakan mirip dengan istilah konsep modern akan tetapi di dalm design keduanya berbeda Konsep kontemporer di gunakan untuk menunjukkan gaya yang variatif, inovatif, dan fleksibel dalam gaya bangunan. Baik dari segi tampilannya, material, sampai teknologi pengolahan yang digunakan.

Ciri-ciri pada konsep kontemporer:

  • Konsep ruang yang terkesan terbuka atau open plan.
  • Harmonisasi ruangan yang menyatu dengan ruang luar.
  • karakter desain yang praktis dan fungsional dengan pengolahan bentuk geometris yang simple
  • Penerapan Warna-warna netral dengan tampilan yang bersih.
  • Penggunaan jendela besar, pengkombinasian bentuk yang unik.
  • Banyak menggunakan material alam.
  • Kenyamanan dan awet tahan lama merupakan nilai penting dalam bangunan kontemporer.
  • Diminasi elemen garis pada konsepnya

Daftar Pustaka

 http://www.bimbingan.org/definisi-konsep-classic-pada-arsitektur.htm

https://httpsdewapraditya29.wordpress.com/2015/10/02/teori-umum-interior-konsep-interios-dan/

http://www.imaniadesain.com/desain-interior-klasik

https://www.academia.edu/4409200/Identifikasi_Desain_Interior

http://www.batabiru.com/artikel.html

https://streamline3d.wordpress.com/2014/10/06/konsep-interior-kontemporer/

Iklan

Satu respons untuk “Progress II – Teori Umum Interior & Konsep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s